Selasa, 09 Juni 2020

THE NEW "TOFF"

Sudah menjadi sebuah keharusan apabila tahun ajaran baru setiap sekolah pasti mempromosikan sekolahnya. Semua di tata sedemikian rupa agar menarik minat calon siswa baru.  Semua di refresh kembali guna menyongsong sebuah pembaruan. Pembaruan dengan tujuan membangun semangat baru.  Baik dari pihak sekolah maupun dari pihak siswa. 

Biasanya PPDB tiap sekolah selalu melibatkan organisasi siswa.  Tujuannya adalah memudahkan tugas pihak  sekolah dalam mengenalkan sekolah kepada calon siswa baru.  Semua direncanakan dengan matang, agar dalam masa pengenalan memberi kesan yang baik kepada siswa baru.  Membangun sugesti bahwa mereka tidak salah dalam memilih tempat untuk mencari ilmu.  

Jika di sekolah umum, organisasi siswa yang dikenal ialah OSIS. Organisasi siswa yang di buat dengan tujuan mengajarkan siswa cara-cara dalam berorganisasi yang baik. Siswa tidak berjalan sendiri,  ada penanggung jawab yang membantu jalanya organisasi.  Penanggung jawab di pegang oleh bagian kesiswaan. 

Tetapi hal berbeda akan kita temui jika kita melihat perguruan di bawah naungan Muhammadiyah.  Muhammadiyah bersama dengan Nahdlatul Ulama merupakan Organisasi masyarakat terlama di Indonesia. Organisasi yang dibentuk dengan landasan persatuan.  Menyadarkan bangsa bahwa agama dan negara harus selalu beriringan.  Muhammadiyah dan NU  sudah membuktikan hal itu.  

Kembali lagi ke organisasi siswa di bawah naungan Muhammadiyah. Sejati nya Ortom (Organisasi Otonom)  Muhammadiyah cukup banyak dan semuanya terintegrasi dengan sangat baik.  Mulai dari Ranting hingga ke Pusat, semua nya memiliki peranan yang penting.  

IPM merupakan Ortom yang secara umum bisa di bilang  OSIS nya Muhammadiyah. Kegiatan -kegiatan  nya pun tidak jauh dari aktivitas siswa.  Dan tak jarang IPM juga sering membantu tugas guru dalam proses  kegiatan belajar mengajar . Peran IPM dalam sekolah bisa langsung dirasakan dampak nya.  Baik bagi guru maupun siswa secara umum. 

Mungkin penjelasan mengenai IPM lebih banyak akan dilanjutkan di tulisan berikutnya.  

Salah satu progam kerja IPM adalah Fortasi.  Fortasi sendiri merupakan akronim dari  Forum ta'aruf dan Orientasi Siswa.  Penjelasan sederhana nya Fortasi ini merupakan kegiatan yang mirip dengan MOS.  

Sebelum Fortasi diadakan, beberapa Cabang IPM biasanya akan mengadakan kegiatan pra-Fortasi.  Kegiatan yang diadakan guna mempersiapkan ranting tiap sekolah untuk benar -benar siap menghadapi Fortasi. 

Kegiatan pra-Fortasi di Cabang Cileungsi di kenal dengan singkatan  Training  Of Fasilitator (TOFF).  Kegiatan yang menjadi dasar sukses atau tidak nya Fortasi.  Karena disinilah persiapan matang harus benar-benar dilakukan dengan baik.  Jika dilakukan dengan semerawut,  ancaman nya adalah gagalnya Fortasi.  

Namun,  untuk tahun ini kegiatan TOFF berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.  Kegiatan TOFF tidak dilakukan dengan tatap muka langsung.  Pandemik Covid -19 menjadi alasan tidak dilakukan kegiatan di ruag terbuka.  Hal ini menandakan bahwa IPM mengikuti anjuran pemerintah, yakni mementingkan kesehatan kadernya ketimbang harus mengorbankannya. 

Sudah menjadi sesuatu yang lumrah, bahwa setiap perubahan selalu menuai pro dan kontra.  Meski begitu kemaslahatan umat harus diutamakan.  Bukan menjadi sesuatu yang mudah menyesuaikan  kegiatan dengan kondisi seperti sekarang ini.  Menghubungkan tiap peserta agar memiliki prinsip yang sama dalam menyukseskan Fortasi bukanlah hal bisa dianggap enteng.  Tiap peserta TOFF pasti memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda.  Ada peserta yang punya fasilitas yang mempuni dan ada pula peserta yang fasilitas dirumah nya pas-pas-an. 

Tetapi penulis meyakini bahwa kader IPM bukanlah kader yang punya mental tempe.  Tiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya dan itulah yang selalu digaungkan antar sesama kader IPM. 

The New Normal menjadi sebuah perubahan yang harus kita lakukan.  Dan IPM sudah melakukan hal itu. Menyiapkan skema yang terbaik dan tepat disetiap program kerjanya.  Baik Proker jangka pendek,  jangka menengah,  maupun jangka panjang. 

Situasi seperti ini harus dihadapi. Dan kita harus tetap produktif dalam berkegiatan.  Seperti kata kiasan yang sering kita dengar  "banyak jalan menuju Roma ". Kiasan yang bermakna bahwa tiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Semua bergantung  bagaimana kita menyusun rencana.  Plan A, plan B, plan C dan seterusnya harus dipersiapkan guna mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan. 

Jangan jadikan Pandemi Covid-19 sebagai alasan untuk tidak beraktivitas.  peserta TOFF harus siap menghadapi perubahan.  Karena tahun ini akan menjadi pengalaman baru, yang belum tentu didapatkan dikesempatan berikutnya. Menjadi momentum yang harus diterima dengan senang hati.  Dan sudah pasti ini akan jadi limited experience (pengalaman langka). 

Membangun optimisme harus bersama kita lakukan.  Dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.  Ikhtiar dan doa harus selalu kita istiqomahkan.  Karena usaha tanpa doa akan menjadi sesuatu yang sia-sia. 

TOFF tahun ini bolehlah kita sebut sebagai  'The New TOFF'. TOFF dengan skema dan rencana yang berbeda dari biasanya.  Kita sudah bisa membuktikan bahwa kita bisa keluar dari zona nyaman.  Menegaskan bahwa kita bukan manusia yang bermental  tempe.  Selalu siap menghadapi perubahan dunia.
Banggalah menjadi bagian yang mampu menghadapi segala rintangan. 
The New Normal bukanlah kendala,  karena kita punya the New TOFF yang nanti nya akan menjadi cikal bakal The New Kader.  Kader baru yang siap dan tangguh baik secara batiniah maupun lahiriah.  


Semoga Tahun Ini TOFF  berjalan lancar dan sukses.  Serta berhasil dalam bentuk karakter tiap pesertanya.  


Penulis : Gilang Farizki Ramadhan 
Ex Ketua KDI PR IPM SMA Muhammadiyah 2013-2014. 
Anggota PIP PC IPM Cileungsi 

Semoga bermanfaat....